Jul 18, 2008

Resign?!

Bismillah...


Baru kali ini aku merasakan gundah-gulananya menjadi pegawai yang ingin pindah kerja. Mengingat seorang teman sudah cabut tanpa sinyal sedikitpun, dan iklim yang tidak terlihat berubah siginifikan dengan 'kedewaan' sang pimpinan, plus, sejumlah rekan yang pada saat bersamaan ingin fokus di tempat lainnya...
Hufff....
Bagaimana ya?

Tawaran sudah digulirkan.
Tapi aku masih mencoba mengingat-ingat bagaimana aku match dengan suasana kerja tertentu. Disini, aku bisa 'sesuka hati' datang; jika ada pekerjaan besar, lakukan. Jika tidak, ya jadi pengangguran. Paling-paling hanya datang mengisi absen dan duduk di depan komputer, mengetik modul pelatihan sembari browsing kesana-kemari. Dengan waktu kerja yang relatif bisa 'kukendalikan', maka aku bisa melakukan fokusku yang lain di luar sana sewaktu-waktu, kapanpun aku mau. Yang penting pekerjaanku di kantor selesai. Kalaupun pekerjaan di kantor jauh lebih banyak dan menuntut untuk lembur, itu merupakan salah satu konsekuensi dari ketiadaan jam kerja yang saklek.

Bagaimana ya?

Ini bukan persoalan bersyukur atau tidak bersyukur. Tetapi, jika kita tidak bisa mengubah keadaan setelah mengerahkan segenap kemampuan, apalagi yang mau diharap?
Bersabar?
Sounds pasrah ya… padahal itu satu hal yang ingin aku enyahkan kuat-kuat. Lagipula, adalah hal yang wajar bukan, jika seorang karyawan mencari tempat kerja yang lebih baik?
Oh yeah... karyawan.... *duuh…kuadran kiri yang menyebbbbalkan!!!*

Apakah aku bisa mengatur waktu dengan sama fleksibelnya ketika di tempat baru itu? Jika tidak, itu berarti aku harus berjuang lebih keras dengan pulang lebih larut dan tentu saja, harus memastikan tenaga dan stamina terjaga.

Sebenarnya waktu kemarin gabung sama di forumnya S Foundation, berharap punya banyak link sambil manfaatin barangkali ada info ‘tempat untuk memberi’ yang lebih baik. Dan sejauh ini baru datang tawaran di tempat yang sepertinya menantang…

Duh, gimana ya….
(udah 3 kali ‘gimana ya’..kalo 4 kali dapet piring deh) *garing*

Wellhh…
Sepertinya harus banyak cari masukan nih. Dan yang utama, masukan dari Allah pastinya. Dari kalian, ada yang mau berkomentar?


~kapanYaResignSelamanya..?
Friday 18.07.08, 10:09pm

pic from
www.treehugger.com/2007/09/30-week/
without permission. so sorry...

9 komentar:

taslaptop said...

resign aja
nikah sama pengusaha
hehehe...

-agah suragah-

Rasyeed said...

Hmm.. Sama kayak yg saya rasakan sekarang.. Situasi dan kondisi yg blh di bilang mirip.. Tapi, settingannya yg beda.. :) nice to know u ukhti..

Bayu Sapta Hari said...

Gue juga dah sering pindah kerja. gue bilang dengan baik2 dan hubungan gue dengan tempat sebelumnya baik-baik aja. kalo emang ada tempat yang lebih baik kenapa tidak?

fathy said...

waaahh mostly mendukung untuk resign!!! hehe...

#agah suragah: blm nemu :P

#rasyeed: mirip mulu ni pak. jgn2 kembaran saya lagi *lho?* :D

#bayu sapta hari: iye sepakat dah gua juga. the future is in our hand-lah. tp lg byk pertimbangan aja..

Andik said...

bismillaah...

tempat barunya itu menantangnya seperti apa? kalo cuman sekadar menantang, kerjaannya lebih berat, gajinya lebih tinggi, tapi ga bisa mengembangkan aktualisasi diri yaa mending ga usah, pokoknya dimanapun kita berada, sebisa mungkin kita menjadi pribadi yg berkembang secara dinamis, yaa itu kalo saya seh :D

numpang baca2 bu, udah lama ga mampir ke sini, itupun kalo masih inget daku T_T

salam..

fathy said...

#andik : yah sok baca2.. masih ingetlah, ndik.. masa lupa :) nah makanya itu dia, sptnya overwork underpaid nih yg di tempat baru. berhubung untuk saat ini sy masih butuh digaji, jadi sy masih mikir2..
btw makasih byk ya masukannya :)

Anonymous said...

Ich meine, dass Sie sich irren. Ich biete es an, zu besprechen. Schreiben Sie mir in PM, wir werden umgehen. viagra online cialis generika rezeptfrei [url=http//t7-isis.org]levitra kaufen ohne rezept[/url]

Anonymous said...

Yes, really. So happens. We can communicate on this theme.

Anonymous said...

For a long time searched for such answer